Selasa, 31 Maret 2015
Menatapmu
Bahagia saat ku mampu menatapmu
Menari dalam relung khayalku
Terlalu bias untuk tertawa
Tapi aku bahagia
Terendap rasaku disini
Seakan tak ada jeda bagi yang lain
Aku tau ini hanya mimpiku sendiri
Tapi tak mengapa
Aku bahagia dengan kisah kita
Bertahan
Bukan perkara mudah bagiku
Memilih jalan ini
Bukan perkara mudah bagiku
Terus melatih diri
Aku manusia bersuara lirih
Aku tak ingin kau mengerti
Aku hanya ingin kau menghargai
Aku memang tak berarti
Tapi aku punya hati
Aku ingin tetap disini
Menanti rasa ini
Kau memang dipuja
Kau memang ternama
Kau memang berharga
Tapi kau terjaga
Terjaga akan lara
Memilih jalan ini
Bukan perkara mudah bagiku
Terus melatih diri
Aku manusia bersuara lirih
Aku tak ingin kau mengerti
Aku hanya ingin kau menghargai
Aku memang tak berarti
Tapi aku punya hati
Aku ingin tetap disini
Menanti rasa ini
Kau memang dipuja
Kau memang ternama
Kau memang berharga
Tapi kau terjaga
Terjaga akan lara
Berlari
Dia memintaku berlari
Sekali lagi
Dia mengerti aku letih
Tapi Dia tetap memintaku berlari
Aku tak mengerti alasannya
Ini bukan hal mudah
Tapi aku pun tak ingin berhenti
Bukan karna manusia
Tapi aku percaya
Ini tak kan sia-sia
Sekali lagi
Dia mengerti aku letih
Tapi Dia tetap memintaku berlari
Aku tak mengerti alasannya
Ini bukan hal mudah
Tapi aku pun tak ingin berhenti
Bukan karna manusia
Tapi aku percaya
Ini tak kan sia-sia
Senin, 30 Maret 2015
Rasa
Tenanglah
Ombak akan reda pada waktunya
Api pun akan redup bila saatnya tiba
Apalagi...
Tak perlu hadirkan rasa resah berlebih
Yakinlah pada Dia sang Pengasih
Cinta bukan sekedar halusinasi
Ombak akan reda pada waktunya
Api pun akan redup bila saatnya tiba
Apalagi...
Tak perlu hadirkan rasa resah berlebih
Yakinlah pada Dia sang Pengasih
Cinta bukan sekedar halusinasi
Sabtu, 07 Juli 2012
Rabu, 09 Mei 2012
Market Research Brand Pasta Gigi
ESTER ARIANTINI (KELOMPOK 7)
115020301111043
TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN
Dari 50 responden mahasiswa
FEB UB yang diambil secara random, Responden dibagi menjadi 2 kelompok
yaitu,
25 responden mahasiwa hasilnya:
1.
84% mengingat brand
Pepsodent (21 orang)
2.
12% mengingat brand
Close-Up (3 orang)
3.
4% mengingat brand
Zact (1 orang)
Kesimpulan:
Pepsodent merupakan “Top of Mind Consumer” di kalangan mahasiswa FEB UB.
Dimana
dari 25 responden 21 orang sangat mengingat brand pepsodent (brand
awareness).
a.
Ciptadent : 18,67%
(14 orang)
b.
Close-Up: 16% (12
orang)
c.
Sensodyne: 13,33%
(10 orang)
d.
Lain-lain (kodomo,
enzim, ritaden dll): 14,67% (11 0rang)
e.
Abstain: 22,67%
(orang)
Kesimpulan: Ciptadent adalah
brand ke dua yang paling di
ingat oleh mahasiswa FEB UB. Dimana dari 25 responden dan 75 peluang
brand-brand lainnya, sebanyak 14 orang dari mereka menulis brand
ciptadent sebagi
Brand yang di ingat lainnya (lebih banyak dari brand-brand lainnya)
25
esponden
mahasiswi hasilnya:
1. 92% mengingat brand
Pepsodent (23 orang)
2. 4% mengingat brand
Close-Up (1 orang)
3. 4% mengingat brand
Zact (1 orang)
Kesimpulan: Pepsodent merupakan
“Top of Mind Consumer” di
kalangan mahasiswi FEB UB. Dimana dari 25 responden 23 orang sangat
mengingat
brand pepsodent (brand awareness).
Ø Brand lain yang diingat adalah
Ø Brand lain yang diingat adalah
a. Ciptadent: 225% (19
orang)
b.Close-Up: 24% (18
orang)
c. Formula: 16% (12
orang)
d.Sensodyne: 16% (12
orang)
Kesimpulan: Ciptadent adalah dan Close-Up adalah brand ke dua yang paling di ingat oleh
mahasiswi FEB UB. Dimana dari 25 responden dan 75 peluang brand-brand lainnya, sebanyak 19
dan 18 orang dari mereka menulis brand ciptadent dan Close-Up sebagi Brand yang di ingat
lainnya (lebih banyak dari brand-brand lainnya)
Kesimpulan: Ciptadent adalah dan Close-Up adalah brand ke dua yang paling di ingat oleh
mahasiswi FEB UB. Dimana dari 25 responden dan 75 peluang brand-brand lainnya, sebanyak 19
dan 18 orang dari mereka menulis brand ciptadent dan Close-Up sebagi Brand yang di ingat
lainnya (lebih banyak dari brand-brand lainnya)
Ø Brand yang paling di
ingat adalah sebagai berikut:
Brand yang paling
banyak digunakan oleh Mahasiswi FEB UB adalah Pepsodent yaitu sebesar
76%
(19 orang) dan rata-rata dari mereka setia/ tetap menggunakan brand tersebut untukk kedpannya,
(19 orang) dan rata-rata dari mereka setia/ tetap menggunakan brand tersebut untukk kedpannya,
hanya 1 responden saja
yang ingin berpindah brand.
KESIMPULAN UMUM:
Brand
Pepsodnt adalah Brand yang paling di ingat dan paling banyak digunakan
oleh
Mahasiswa dan Mahasiswi FEB UB. Mereka tidak hanya mengingat brand
tersebut
tapi juga menggunakan dan menjadi pelanggan setia.
* Strategi yang dapat diambil: memasarkan brand pasta gigi pepsodent di kalangan mahasiswa dan mahasiswi FEB UB.
* Strategi yang dapat diambil: memasarkan brand pasta gigi pepsodent di kalangan mahasiswa dan mahasiswi FEB UB.
Rabu, 02 Mei 2012
RESENSI FILM "THE SOCIAL NETWORK"
ESTER ARIANTINI (KELOMPOK 7)
115020301111043
TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN
Alur Cerita
Mark Zuckerberg adalah seorang mahasiswa yang menjadi kaya di
usia muda karena Facebook. Film ini bercerita tentang keinginan Mark untuk
diterima oleh sekelilingnya. Beberapa orang terlahir cantik atau tampan dan ada
juga yang dianugerahi bakat olahraga atau seni yang luar biasa. Tetapi ada juga
orang yang biasa-biasa saja dan hanya bagaikan angin lalu bagi orang-orang di
sekelilingnya.
Pada
awalnya, Mark merasa depresi berat karena diputuskan oleh pacarnya, Erica.
Erica muak dengan kencan Mark yang selalu membicarakan hal-hal ilmiah dan susah untuk dipahami oleh orang
awam. Mark
merasa dirinya kurang populer sehingga dia merasa harus bisa masuk ke dalam
salah satu dari 8 klub elit yang ada di Harvard. Mark sungguh obsesif ingin
bergabung dengan salah satu final club (kelompok sosial di kampus yang
eksklusif khusus untuk mahasiswa lelaki). Erica tak tahan. Posisi kelompok
eksklusif yang sudah berabad usianya itu kini sudah dikritik tidak hanya karena
eksklusifnya, tapi juga karena kegiatan-kegiatannya yang diskriminatif. Bagi
Erica, mahasiswa sejenius Mark tak perlu bergabung dengan kelompok konyol itu. Akhirnya, Erica memutuskan hubungan dengan Mark. Karena frustasi
berat, Mark melampiaskan kemarahannya dengan tulisan di blog dan dibaca banyak
mahasiswa di Harvard University. Ia menumpahkan segala amarah dan emosinya
dalam tulisannya tersebut.
Mark juga
membuat sebuah kuis dalam facemash.com untuk menebak salah satu wajah mana yang
paling cantik dari dua wajah yang ditampilkan. Dengan cepat kuis tersebut
menyebar di seluruh kalangan mahasiswa Harvard dan berkat itulah ia mulai
dikenal lebih luas oleh mahasiswa Harvard. Tetapi ini juga membuatnya harus
menghadapi sidang Dewan Universitas karena ulahnya itu telah melumpuhkan
koneksi internet di Harvard.
Kemudian,
kabar ulah Mark didengar oleh si kembar Winklevos, anggota Porcelain Club, salah satu club elite
Harvard dan mereka akhirnya menemui
Mark untuk menawarkan sebuah kerjasama dalam merealisasikan ide mereka untuk
membuat “The Facebook”. Dengan spontan, Mark menyetujuinya. Tetap saja, Mark tidak
benar-benar diterima di club elite Harvard. Dia hanyalah rekan bisnis mereka.
Kemudian
cerita berlanjut dimana aktivitas membuat Facebook
sangat menyita waktu Mark. Dia selalu terinspirasi dari celoteh teman-temannya
untuk menambahkan konten baru seperti status, wall, photo profile, dan
sebagainya. Hingga akhirnya Facebook itu siap dan dia launching bersama teman baiknya
yakni Eduardo. Launch pertama dikirimkan ke group “The Phoenix”, dan cepat
menyebar di kalangan itu. Dan melihat keberhasilannya, Mark kemudian memperluas
penyebaran Facebook ke kampus lain seperti Colombia, Yale. Hingga
akhirnya kabar itu terdengar oleh Sean Parker. Sean Parker akhirnya bergegas
menemui Mark dan menceritakan hal-hal yang perlu dilakukan oleh Mark untuk
menjadikan Facebook berharga milyaran dolar AS.
Atas
saran itu, kemudian Mark siap untuk terus melakukan ekspansi dan menyewa sebuah
rumah di California serta memperkerjakan beberapa orang dari mahasiswa
Harvard. Di California, Sean Parker bergabung dengan tim Mark dalam
mengembangkan Facebook bersama dengan Eduardo. Tetapi pada saat itu,
Eduardo sedang di New York untuk mencari klien iklan. Kedatangan Eduardo di
California, sempat membuat pertengkaran dengan Mark karena Mark lebih
mempercayai kemampuan Sean dalam mengembangkan bisnis Facebooknya dan lihai dalam mencari klien bisnis atau investor.
Akhirnya, Mark dan Sean menemui seorang investor yang ingin menanamkan saham
senilai 500 juta dolar AS. Hal tersebut tentu saja membuat Mark semakin optimis
dan yakin kalau Facebook yang ia kembangkan bernilai milyaran dolar.
Pada
akhirnya, mereka menempati sebuah gedung tinggi dalam menjalankan server Facebook dan jumlah karyawannya pun semakin bertambah banyak.
Kemudian, Mark terus memperluas Facebook
tidak hanya di Amerika, namun telah menjangkau di seluruh benua sampai saat ini.
Namun, dalam perjalanan karir Mark, ia sempat disidang habis-habisan karen` ia
dituduh oleh si kembar Winklevos atas pencurian ide mereka atas Facebook. Dan cerita akhirnya adalah kedua si kembar itu bisa
tutup mulut dengan diberi imbalan sejumlah uang. Hingga saat ini Facebook
memiliki pengguna yang mencapai 500 juta orang dengan omset milyaran rupiah.
Kelebihan dari Film "The Social Network"
Kekurangan dari Film "The Social Network"
Pada film ini, alur ceritanya terlalu cepat, berbelit- belit, serta alur yang digunakan maju mundur sehingga film lebih sulit untuk dimengerti. Dalam film tersebut sering kali ditemui adegan budaya kehidupan westernisasi sehingga terkesan kurang sopan.
Dari film ini dapat kita ketahui bahwa facebook sebenarnya tidak didasari keingan untuk berbisnis, namun dengan adanya potensi mendapatkan keuntungan, akhirnya facebook diikembangkan menjadi suatu perusahaan oleh Mark. Dia mengawali situs ini dengan dasar komunikasi, dimana ia ingin menghubungkan antara orang yang satu dengan yang lain melalui suatu komunitas dunia maya. Dia mengembangkan Facebook dengan cara mendengarkan keinginan konsumen dan terus melakukan inovasi yang relevan.
Dalam
pemasarannya, launching pertama Facebook dikirimkan kepada club The Poenix, sebuah club paling tua dan eksklusif di Harvard bahkan di
dunia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam
memasarkan sebuah produk kita harus tahu segmen pasar yang akan kita tuju
sehingga pasar dapat dibidik dengan tepat. Mark terus meningkatkan popularitas Facebook. Kepopuleran
ini mendorong banyaknya investor bisnis untuk berinvestasi dan memasang cukup
banyak iklan secara berkelanjutan. Hal ini mendorong Facebook semakin terkenal
saat itu akibat pemasaran yang cukup gencar. Disini terlihat bahwa Mark mampu melihat peluang usaha, dimana peluang usaha merupakan hal pokok yang harus dimiliki pemasar. Seiring berjalannya waktu, Mark terus berinovasi dengan menambahkan konten wall dalam
Facebook. Ini menunjukkan bahwa inovasi produk harus terus dilakukan agar
produk tersebut tetap diminati oleh konsumen. Selain itu, perluasan pasar perlu
dilakukan apabila kita telah yakin bahwa produk kita dapat diterima oleh semua
kalangan masyarakat, seperti ekspansi yang dilakukan Mark dengan mempublikasikan Facebook ke
berbagai negara hingga Facebook diminati oleh
semua orang di dunia hingga detik ini. Dengan banyaknya peminat, Mark mendesain facebook dengan sistem keanggotaan yang terbuka bagi membernya, sehingga konsumen merasa nyaman dengan jejaring tersebut. Dari sini terlihat bahwa Mark mampu menjaga loyalitas perusahaannya dengan konsumen.
Langganan:
Postingan (Atom)

